Kamis, 09 Februari 2012

Nyiur Melambai di Talau Bawah, Kudu Ganting, Pariaman, Sumatera Barat

Tabung Pirolisi, mengubah batok/tempurung
menjadi bahan dasar Ascir-GRC.
Dir.CV.Ridho Hasanah (kiri)
Ketua LSM JAMAK Pariaman (kanan)
Kegelisahan hati pimpinan LSM Jamak, Gustavery dan seorang Pemuda Pelopor Kudu Ganting Heri Manshardin tentang banyaknya penebangan pohon kelapa di Pariaman pasca gempa 2009 mengiringi terealisasinya ide pembangunan UKT (usaha kelapa terpadu) di Nagari mereka. Pertemuan di acara hajatan yang berlokasi Batubara, Medan, SUMUT dengan pimpinan CV.Mari Maju Sahabat yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur CV.Ridho Hasanah di Merangin, Jambi, Pak Oki,  melahirkan sebuah kerjasama yang terbina hingga hari ini.

November 2011 adalah penentuan awal pengerjaan Projek ini. Dibarengi dengan semangat membangun desa yang tinggi, UKT Talau Bawah Nagari Kudu Ganting, Pariaman selesai di bangun dan beroperasi pada Januari 2012 hingga saat ini telah membuahkan hasil yang luar biasa.

Dipertengahan Januari lalu telah mengirim bahan dasar Ascir-GRC ke Baturaja, Palembang, Sumsel sebanyak 1 Ton dan ke Bangko, Jambi sebanyak 700 liter yang dikemas di dalam jerigen 25 litera-an. Hal ini didasari oleh keinginan pihak LSM untuk meningkatkan taraf hidup petani Kelapa di Pariaman yang selama ini hanya cukup-cukup buat makan saja dan hanya bisa menjual buah kelapa saja tanpa nilai tambah lainnya dari kelapa tersebut.

Rancang bangun yang sudah mencapai 50%
"Bayangkan, harga pengambilan di tempat hanya Rp 1200,- sementara setelah sampai di Pakan Baru misalnya, harga bisa mencapai Rp 5000,- per butir", ujar Sang Ketua.
"Nah, jika hal ini (UKT) bisa kita realisasikan, kami berharap kelapa Pariaman bisa menjadi primadona lagi nantinya", begitu imbuhnya.

Kerjasama ini juga didasari dengan kesefahaman antara kedua belah pihak, sebab pasca gempa tempo hari telah banyak pohon kelapa yang ditebang karena untuk kepentingan pembuatan bahan bangunan. Jika ini dibiarkan berlarut-larut, bisa saja terjadi kelangkaan pohon kelapa di Pariaman yang notabene sejak dahulunya adalah tanaman warisan nenek moyang..

Tungku Pirolisi kapasatitas 300 kg
tempurung kelapa/1 kali proses
UKT Talau Bawah ini kedepannya adalah sebagai Sentra Produksi Kelapa terpadu. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sebutir kelapa tua siap panen akan bisa menghasilkan beberapa jenis produk, antara lain:
  1. Sabut; Coco-fiber, Cocodust,
  2. Tempurung; Arang Tempurung, Tepung Tempurung, Coco Tile, Asap-Cair,
  3. Daging Buah; Santan, Tepung Santan, Minyak Kelapa, VCO, Kopra,
  4. Air Kelapa; Nata De-Coco, Kecap, Pestisida Organik.
Semoga kegiatan ini berlangsung hingga mencapai masa kejayaan Ascir-GRC sebagai cuka organik ramah lingkungan yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Perkaretan Indonesi dan Dunia....


1 komentar:

  1. Asalamualikum..
    Saya yudi di pekanbaru
    Mohon info ny pak.
    Insyallah mawu merintis usaha tepung batok kelapa pak..tpi blum tahu menjual ny kmn??
    Mohon info ny pak
    Emai-(yudisurya.ii26@gmail.com
    Hp:0823-8877-5883

    BalasHapus