Selasa, 07 Februari 2012

Pasir Kuarsa dan Batu Silika Mensango

Lokasi eksploitasi pasir kuarsa dan
batu silika yang luasya berkisar 30 Ha
Di penghujung Januari 2012 CV.Ridho Hasanah melakukan kegiatan yang berkenaan dengan eksploitasi Pasir Kuarsa dan Batu Silika, tepatnya di aliran Sungai Mao, Desa Mensango, Merangin, Jambi.

Lahan yang sedianya telah dibebaskan sejak januari 2011 dengan luasan 30 Ha akhirnya kini mulai dieksploitasi. Hal ini terbengkalai mengingat pembiayaan dan izin melintasi lahan masyarakat serta cuaca hujan berkepanjangan selama tahun lalu. Rencana awal, mulai Agustus hal ini diharapkan bisa dimulai. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Luas lahan yang cukup lebar ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat sebagai tenaga pekerja, di sisi lain, banyaknya pasir dan bebatuan bisa dimanfaatkan untuk membantu pembangunan proyek-proyek yang sedang digalakkan di kota Bangko dan sekitarnya.


Lokasi jalan yang diperlebar untuk
akses jalan mobil,
tadinya hanya jalan setapak dan becek
Ide awal ini muncul dari keluhan petani dan pekebun yang bertepatan lahan mereka bersinggungan dengan lokasi penambangan. Selama ini akses jalan mobil tidak ada, sehingga mereka harus menempuh jarak yang jauh di atas jalan setapak melangsir hasil kebun dan pertaniannya. "Setelah dibuka jalan ini, enak kami mengeluarkan hasil kebun dan pertanian", kata sebahagian warga.

Kesediaan dan kemurahan hati Pak Zainal Abidin sebagai kepala Desa Mensango dalam hal memberikan izin eksploitasi dan jalan pun dirasakan sangat membantu kelancaran program penambangan pasir dan batu ini. Di sisi lain, jalan yang ditembus ini berjarak +/- 2 Km. Kesemuanya adalah lahan milik Pak Kades.

Harapan dari CV.Ridho Hasanah sendiri, selain bisa membantu supply kebutuhan Pasir dan Batu di wilayah Merangin dan sekitarnya, diharapkan nantinya Perusahaan Semen Nasional sekelas Semen Padang, Indarung juga turut serta memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan semen mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar