Rabu, 08 Februari 2012

-= Ascir-GRC Penekan Kesusutan =-

Petani menjual, karetpun ditimbang
Maret 2011 adalah jejak pertama Ascir-GRC merambah ke wilayah Jambi, khususnya daerah Bangko, Kabupaten Merangin. Sasaran utamanya adalah memberikan kontribusi ke masyarakat terhadap peningkatan mutu dan kuantiti. Mengapa demikian????

Ternyata, kemurnian cairan Ascir-GRC yang alamiah memiliki kemampuan mengikat partikel terkecil karet sehingga jika dahulunya petani merugi dikarenakan kesusutan dan mutu rendah, saat ini hal tersebut bisa tertanggulangi.

Adalah Pak Kawi, Juragan Karet di seputaran Sungai Kuning, Tambang Baru, Tabir Merangin yang bersedia menerima kedatangan kami menawarkan Ascir-GRC untuk diujikan pada karetnya. Berawal dari keragu-raguan dan hanya mengorder 2 liter Ascir-GRC saja, hingga kini ia rutin menggunakan 25 liter/ 1 jerigen per minggunya.

Tekhnik aplikasi yang kami sampaikan kepada beliau ternyata membawa hasil yang tak beliau kira sebelumnya. Kisahnya sebagai berikut:
Karet yang sudah dibayar, dicoblos
dengan besi 12 mm

Ketika petani datang menjual karetnya yang sudah digumpalkan dengan bahan penggumpal lain dalam bentuk Slab (Karet gumpalan yang berbentuk kotak persegi panjang) dalam keadaan separuh basah dengan kadar karet kering kira-kira antara 30-40%, kemudian Pak Kawi mulai mengaplikasikan Ascir-GRC. Sebenarnya, fungsi dari aplikasi ini adalah memberikan koagualan tambahan pada sebagian karet yang belum menggumpal sempurna.



lubang coblosan disirami dengan
Ascir_GRC 10% masing-masing
1/2 liter per Slab
Karet yang sudah berbentuk Slab tadi ia coblos beberapa lubang, 5-10 lubang dengan besi cor ukuran 12 mm namun ridak tembes sampai ke bagian lain, kemudian pada lubang-lubang tersebut dicurahkan Ascir-GRC 10% ( 1 liter Ascir-GRC dicampur dengan air 9 liter) masing-masing Slab 1/2 liter. Hasilnya dalam beberapa menit, bagian karet yang tadinya belum mengeras berubah menjadi keras dan tegap. Akhirnya kesusutan yang beliau alami sampai dengan 12-14% dari timbangan gudang beliau hingga sampai ke Pabrikan, kini hanya tertinggal 3-4%. "Sungguh hasil yang sangat memuaskan, dan yang lebih mantap  lagi, karetnyo dak bau seperti yang lain", ujar beliau dengan wajah berbinar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar